Sekapur Sirih

Hai. . .

Hari ini menjadi hari istimewa bagiku. Di hari ini rasanya aku mendadak jadi orang penting dan intelektual dengan mempunyai sebuah blog sendiri.

he..he..he.. dimulai dengan kebingungan mau diisi apa blog ini,(sst tadinya sekedar iseng, pembuktian bahwa membuat blog itu mudah). Terbukti bahwa membuat blog memang tidak sulit. Mengisi dan mengatur blog yang sudah ada itu jauh lebih sulit. Sampai detik ketikan ini dibuat, aku belum tahu mau bagaimana mengisi dan mengatur blog ini. . .

Perkenalkan aku seorang ibu rumah tangga biasa, dengan dua orang anak laki-laki.
Hobiku mendengarkan musik, nonton film, dan something else yang berjenis hiburan dan tidak bikin stress.
Melalui blog ini, aku ingin mencoba mengembangkan kemampuanku menulis, dengan harapan setidaknya dapat menyalurkan emosi yang terkadang berbahaya jika diendapkan atau dikeluarkan dengan membabibuta.

Akhirnya, harapanku adalah jika kalian membaca ini, kalian akan dibuat penasaran dan ingin mencoba membuat blog juga. He..he..he.. jujur, sebenarnya aku juga ingin tulisanku ini mendatangkan manfaat bagi orang lain, sebanyak-banyaknya yang diperlukan atau diinginkan.

Keep smile
Wiet.

Rabu, 04 Agustus 2010

Ah. . . .

Sampai di ujung keparahan rindu mendera
menyekapku dalam labirin ruang dan waktu
tersesat tanpa arah terkoyak semak berdarah. . .

Teriakku menggema dalam bisu hutan-hutan purba. . .
menarikku menjauh masuk ke garwa gelap tanpa surya. . .
setiap langkah semakin sesak nafas tersekap

Aku menyekap bayangmu dalam cermin hati . ..
mencoba merefleksi dulu dan kini. ..
Ah kenapa rasa tak terbakar saja dan mati?

Lalu . . engkau melompat dari sekapmu. . .
membawaku bercengkrama dengan senyum yg tanpa dosa. . .
Untuk kemudian pergi merobek lebih lebar lagi..
saat itu, aku mengutuki alam mimpi . ..
Ah. . . . .. .

Minggu, 27 Juni 2010

Birunya Hati 2

Rawa Pening, 23 September 1993

"Van, sepertinya sudah tidak akan ada pembeli lagi, ayo kita tutup aja warungnya ya Nduk. .."
"Ibu pulang aja dulu, Vanya masih mau mencuci piring-piring kotor. Nanti Vanya yang tutup warungnya." Aku menumpuk piring-piring kotor dan bergegas membawanya ke dalam dapur. Kuletakkan piring-piring itu di sebelah belasan gelas yang juga masih kotor dan sebagian masih berisi sisa-sisa kopi, teh, dan sirup.
"Berani kamu pulang sendirian? Atau kamu sudah janjian dengan Andi ya?", Ibu tersenyum sambil membetulkan kancing bajunya yang terlepas.
"He eh Bu, tadi Andi janji mau datang. Tapi sampai sekarang belum juga datang. Vanya mau tunggu sebentar lagi ya Bu."
Kupegang tangan ibuku pelan, dan kutampilkan senyum manisku yang biasanya manjur membuat banyak teman-temanku mengiyakan permintaanku.
"Jangan lebih dari jam sembilan ya Van, dan jangan turun ke rawa, apalagi naik gethek. Pamali. Ibu mau pulang sekarang. Bapak dan adik-adikmu pasti sudah menunggu-nunggu. Ibu tadi janji mau membawa gorengan pisang dan ubi ini untuk mereka."
Aku memperhatikan ibu yang bergegas menuruni undakan warung kami ke jalan setapak yang menuju perkampungan. Dari jauh aku sudah melihat bayangan tubuh Andi dari arah berlawanan mendatangi ibu. Aku tak bisa mendengar pembicaraan mereka. Jadi, kutinggalkan mereka dan balik ke dapur.
"Hai cantik. . ." Kurasakan tangan Andi yang kekar memelukku dari belakang.
"Lepasin An. . .Aku ingin cepat menyelesaikan cucian ini. Dan aku ingin mendengarkan apa yang ingin kau katakan.Seperti yang telah kamu omongin tadi pagi di sekolah." Aku melepaskan pelukan Andi dan kembali melanjutkan mencuci piring dan gelas-gelas kotor itu. Kulihat Andi melangkah ke luar.
"An, kalau tak keberatan, tolong tutupkan warung ya. .," teriakku dari dapur.
"Baik Cantik. . . Gak gratis lho ya. . "
"Aku bayar dengan secangkir teh, dan sepiring pisang goreng, serta banyak cinta. . .Mm. . . .muah"
"Setuju. ."

Ketika aku sudah menyelesaikan pekerjaanku, kulihat Andi sedang duduk di teras warung dan memandang hamparan rawa di kejauhan. Ah . .tampan nian kekasihku ini,. .betapa kurasakan deburan di dadaku bertambah kencang. . .
Sambil merapatkan jaket di badan, ku melangkah mendekatinya.Tiba-tiba Andi berbalik dan mengagetkanku. .
"Aha. . .kekasihku sudah selesai.Kena kau sekarang. . ." Dengan segala kekuatannya dan kelemahanku kurasakan tubuhku sudah berada dalam pelukannya. Hangat seketika merebak. . .dari ujung kaki hingga ke ujung helai-helai rambutku.
"Lepaskan Andi. . .Aku malu nanti ada yang melihat kita. Lihat perahu-perahu itu."Aku menunjuk ke tengah rawa. "Mungkin Kang Hambali sedang menangkap ikan saat ini, atau Juned dan Dedi yang suka ngobor mencari kodok hijau, biasanya mereka suka lewat saat -saat ini." Kutatap mata Andi dengan memasang muka memelas. . .
"Baik,. .ayo kita masuk ke warung saja."
Andi melepaskan pelukannya, dan menggandengku melangkah ke dalam warung.
"Aku ambil pisang goreng dulu sebentar ya An. ."kutarik tanganku dari genggaman Andi. Susah. . .Aku mencoba menarik tanganku lebih keras lagi, Ups. . Aku tertarik dan menabrak tubuh Andi yang dengan sigap memelukku dengan kencang.
Begitu dekat wajah kekasihku ini hingga hembusan hangat nafasnya menerpaku, kali ini kurasakan nafasnya tak beraturan. Aku memaksa menarik diriku lepas dari pelukannya, namun tak bisa. . .
"Mana cinta yang kau janjikan Van?" dengan mata lembutnya, Andi menatap ke dalam mataku. . .Aku melemah. Aku tak berdaya menatap mata yang memang sangat kusayangi ini.
"Ada di sini, di sini, dan di sini."kutunjuk matanya, bibirnya, dan dadanya.
"Tidak terasa. . .sayang. . .ulangi lagi please. . .." Andi memejamkan matanya. . .aku tahu apa yang ada dalam pikirannya untuk saat ini.
Dengan lembut kukecup mata itu, satu-satu. . .dan kusentuhkan bibirku di bibirnya. . dan. .ah. . .terasa bibir itu membuka dan segera memagutku dengan liarnya. . .Aku meronta sejenak. . .dan akhirnya terhanyut dalam pesona dan kejutannya yang menghanyutkan. . .Gemuruh di dadaku bertambah nyata. . .dan ketika Andi bertindak lebih jauh lagi, aku seperti tersadar dan kembali meronta. . .
"Vanya. . .jangan. . .jangan menolakku please. Aku begitu mencintaimu. . .aku begitu menginginkanmu. . . " Dan kembali bibirnya melumatku. . .sementara tangan Andi kurasakan berusaha membuka kancing-kancing bajuku. . .
"Hentikan An. . .apa yang kamu mau?" Aku berusaha menutup kembali kancing-kancing baju yang sudah terlepas hingga memperlihatkan bra dan sebagian payudaraku.
Andi tiba-tiba melepaskan diriku. Dia menatapku dan melihat gerakan kacauku untuk berusaha menutup kancing-kancing itu.
"Vanya, sekarang atau nanti, itu cuma masalah waktu. Bukankah kau akan menjadi istriku?" Kembali mata Andi menghipnotisku. Atau malam yang bersahabat dengan setan-setan di kegelapan sana telah memabokkanku? Aku melemah dan pasrah ketika Andi meraih tangan-tanganku dan membiarkan kancing-kancing itu tetap terbuka.
Kami kembali terhanyut dalam pagutan-pagutan yang semakin liar dan tanpa batas. Meraih apa yang bisa diraih. . .Sedalam dan seerat yang bisa dilakukan. . .

Kami tak tahu sepasang mata melihat semua yang kami lakukan dari celah-celah bilik bambu. Mata itu memerah dan mulutnya membentuk kegeraman yang tak terperikan.
Kang Yanto empunya mata itu, mengepalkan kedua tangannya. Matanya mendesiskan sumpah serapah bermacam-macam satwa dan hinaan. . .
Kang Yanto seperti terpaku kegeraman untuk menanti akhir perbuatan kami. Tapi juga seperti putus asa dan kepasrahan membuatnya melamun jauh melewatkan pandangannya menembus kami berdua.
Ketika badai yang kami buat hampir kepada klimaksnya. . .Kang Yanto seperti tersadar, dan cepat-cepat berlalu.Tangannya merogoh saku kemejanya, dan sebentar dia berhenti untuk melempar sesuatu ke arah rawa.

Kamis, 03 Juni 2010

Birunya hati 1

Birunya hati. . ..

Pernahkan kau melihat laut, disaat hatimu sedang dirundung gelisah? Matamu melihat, tapi hatimu tak merasakan apa-apa. Lalu apa bedanya engkau dengan tuna netra?
Begitulah aku disaat ini, semua yang harusnya tampak indah, terlewatkan begitu saja. Aku begitu sedih, sampai-sampai tak dapat merasakan yang lainnya.

Angin menyapu wajahku dan mengacaukan rambutku yang terurai kusut masai. Aku begitu merasa sepi di tengah canda tawa para pengunjung lainnya.Sesekali teriakan anakku membawaku kembali dari dunia lamunanku untuk sebentar tersenyum. Dan kekuatan magis itu kembali menyeretku ke alamnya yg penuh kepahitan.

"Van,. . foto Rio dan Rian lagi!" Orlando, suamiku berteriak dari tengah deruan ombak. Dadanya yang telanjang berkilat-kilat diterpa matahari sore Pantai Randu Sanga. Dengan anak-anakku berlarian mengitarinya. . . Ya Tuhan seharusnya itu pemandangan yang indah dan membanggakan. . .

Aku memencet tombol on di kameraku, dan melangkah mendekat ke bibir pantai. Jilatan air pantai di kakiku membuatku bergidik kedinginan. Aku memang tidak tahan dingin,. . .tapi ini seharusnya tidak terlalu dingin,. . .hangat malah. . .Something wrong. ..
blurp. . . .blurp. . .dan kegelapan tak berdasarpun menelanku.

Rabu, 02 Juni 2010

Vitiligo

Sudah sejak 3 tahun yang lalu, pada kulit pinggang anak pertama kami (pinggang kanan& kiri), timbul bercak putih yang pada awalnya kami duga sebagai panu.
Pada awalnya pengobatan yg kami berikan hanya sebatas memberi obat gosok merk ternama yang memang ditujukan untuk penyakit kulit sejenis panu,kurap, dsb.
Karena, lama tidak sembuh-sembuh dan tidak ada keluhan apapun dari anak kami ini, kami terlena dan membiarkannya hingga sekarang bercak putih itu meluas dan melebar dengan diameter mencapai kurang lebih 15 cm panjang dan lebar 8 cm di kedua pinggangnya.

Kami mulai bertanya-tanya apa sebenarnya penyakit ini, beberapa teman sudah mengatakan mungkin ini vitiligo,. . .saya semakin bingung penyakit apa lagikah ini?

Sewaktu anak kami ini sakit dan berobat ke dokter umum, saya coba konsultasikan juga penyakit vitiligo ini, dan beliau menyarankan untuk memeriksakan lebih lanjut di sebuah RS terkemuka di Jakarta.
Dokter kulit di sana mengatakan kalau anak kami positif menderita vitiligo

Apa itu vitiligo?
Vitiligo adalah sejenis penyakit kulit langka yang disebabkan oleh menghilangnya pigmen kulit dan bersifat progresif.

Penyebab Vitiligo:
Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebabnya, tapi secara umum dapat diterima kalau vitiligo disebabkan karena rusaknya sel melanosit yang dapat diakibatkan oleh:
  • faktor keturunan (ada anggota keluarga besar kita yg terkena penyakit ini)
  • faktor trauma fisik (terbakar, atau terpapar bahan kimia berbahaya)
  • faktor kelainan otoimun
  • faktor penyakit interna(tiroid,DM)
Macam-macam Vitiligo:
  • Vitiligo lokal (terlokalisir), hanya timbul di satu hingga 2 tempat saja.
  • Vitiligo generalisata (banyak tempat), timbul di banyak tempat, misal :muka, bibir,tangan, perut,dsb.

Pengobatan:
Tergantung kepada jenis vitiligonya, pada anak kami, karena dia adalah penderita vitiligo lokal (hanya di 2 tempat yakni pinggang kiri dan kanan), pengobatan yang diberikan :
pada 2 minggu awal pengobatan:
  • kortikosteroid dalam bentuk salep, dioleskan tipis-tipis pada pagi dan malam hari sebelum tidur.
  • Minyak bergamot, dioleskan tipis hanya pada siang hari
2 minggu lanjutan:
  • kortikosteroid dalam bentuk salep
dioleskan tipis-tipis masih 2 kali sehari
  • . . . .(g jelas tulisannya)
Dioleskan untuk kemudian dijemur selama satu menit.
  • Tabir surya SPF 30
Dioleskan di kulit sehat yg terpapar sinar matahari
  • Vaselin(sejenis pelembab)
Dioleskan di perbatasan kulit vitiligo dan kulit sehat
Setelah dijemur, bersihkan semua obat-obatan tadi dengan handuk bersih yang sudah dibasahi.

Sampai di sini dulu ya, lain kali saya teruskan cerita ini.
Sekapur Sirih


Hai. . .

Hari ini menjadi hari istimewa bagiku. Di hari ini rasanya aku mendadak jadi orang penting dan intelektual dengan mempunyai sebuah blog sendiri.

he..he..he.. dimulai dengan kebingungan mau diisi apa blog ini,(sst tadinya sekedar iseng, pembuktian bahwa membuat blog itu mudah). Terbukti bahwa membuat blog memang tidak sulit. Mengisi dan mengatur blog yang sudah ada itu jauh lebih sulit. Sampai detik ketikan ini dibuat, aku belum tahu mau bagaimana mengisi dan mengatur blog ini. . .

Perkenalkan aku seorang ibu rumah tangga biasa, dengan dua orang anak laki-laki.
Hobiku mendengarkan musik, nonton film, dan something else yang berjenis hiburan dan tidak bikin stress.
Melalui blog ini, aku ingin mencoba mengembangkan kemampuanku menulis, dengan harapan setidaknya dapat menyalurkan emosi yang terkadang berbahaya jika diendapkan atau dikeluarkan dengan membabibuta.

Akhirnya, harapanku adalah jika kalian membaca ini, kalian akan dibuat penasaran dan ingin mencoba membuat blog juga. He..he..he.. jujur, sebenarnya aku juga ingin tulisanku ini mendatangkan manfaat bagi orang lain, sebanyak-banyaknya yang diperlukan atau diinginkan.

Keep smile
Wiet.